arrow_back

Eternal Journey

arrow_forward

Titian yang berfungsi sebagai jembatan yang membentang di atas api yang membara. Licin dan menggelincirkan, terdapat kait-kait di sana, lebih tipis dari rambut dan tebih tajam dari pedang.

Ketika mereka yang percaya kepada Tuhan-nya diberi cahaya, ukurannya bermacam. Sebesar gunung dan sekecil ujung jempol kaki.

Mereka melaluinya juga bermacam. Secepat kedipan mata, kilat, angin, burung, kuda pilihan terbaik dan unta tunggangan.

Ada yang selamat tanpa cacat, tergores namun tetap selamat, dan jatuh ke dalam jurang kegelapan.

Ketika mereka yang bermuka dua tidak mendapat cahaya, kembali adalah niat utama. Berdirilah pagar pemisah antar mereka dengan yang percaya kepada Tuhan-nya.

Satu-satunya jalan adalah melewati titian itu dan mereka satu per satu berjatuhan.

Komentar