Sebuah liang siap menunggumu. Kamu yang sekarang serba putih, dibaringkan di dalamnya. Kamu kembali ke penciptaanmu.
Setelah semua pergi, dua cahaya datang. Mereka menanyakan hal dasar. Dari kecil kamu sebenarnya sudah tahu akan jawabannya.
“Tapi bagaimana jika kamu tidak bisa menjawabnya?”
Lubang itu akan meremukkanmu. Tulangmu yang sudah rapuh akibat dekomposasi lenyap.
Salah satu cahaya itu akan menjadi seorang penghukum. Dengan sebuah palu di tangannya, dia akan menghujam seolah sampai ke dasar bumi.
“Ini masih tahap pertama, kenapa kamu sudah berharap untuk kembali?”
“Bagaimana dengan dirimu yang memintanya? Menolak takdir yang sudah ditentukan dengan baik dan benar, hanya karena menginginkan ketenangan sementara?”
Sebuah surah dari kitab suci pedomanmu itu, yang dipercaya bisa menyelamatkanmu dari siksaan. Seharusnya kamu menjadi orang yang paling baik amalnya.