arrow_back

Eternal Journey

arrow_forward

Kamu sekarang satu langkah lebih maju daripada orang-orang yang sedang menghadapi kebinasaan. Namun kamu sekarang bukanlah istirahat. Lamanya seharusnya hanya seperti kedipan mata disana.

“Bagaimana yang berada di belakangmu?”

Mereka sedang dihadapkan dengan kekacauan. Semua yang sudah Tuhan-mu janjikan, saat itu menjadi kenyataan. Dunia bukanlah menjadi tempat yang nyaman, ketika kamu berada di tempat mereka.

Sampai datang bunyi yang memekakkan telinga. Mereka menyebutnya sebagai sangkakala. Bunyi yang keras itu membuat mereka mati.

Alam semesta juga hancur karenanya. Namun semua tidak berhenti di sana karena ada hal lain yang semua harus hadapi.

Komentar